Meneladani Kesahajaan Kartini*
Sebuah Refleksi dan Introspeksi
KARTINI terlahir sebagai sosok wanita sederhana, anggun dan berwibawa. Dibesarkan dengan penuh kesahajaan dan nilai-nilai ketimuran yang senantiasa melekat dalam dirinya. Kartini hadir tidak hanya menawarkan pemikiran-pemikirannya yang maju tapi juga membawa pencerahan bagi kaumnya.
Bagi Kartini gemerlap dunia, harta yang berlimpah dan strata sosial yang tinggi sama sekali tidak membuat dirinya menjadi gelap mata dan bersikap angkuh dan sombong. Baginya ukuran kehebatan seseorang bukanlah bergantung pada kekayaan, jabatan dan kemewahan. Baginya intelektulitas, kapabilitas dan kemampuan menghargai sesama itulah yang utama. Sehingga tak heran sosoknya menjadi sangat sederhana dan berwibawa.
Sebagai tokoh EMANSIPASI, Kartini tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, ia tetap lembut dan penuh kasih sayang.
Keberhasilannya meletakan fondasi emansipasi tidak membuatnya menjadi besar kepala dan memandang sebeleh mata terhadap kaum Adam. Kartini ingin menunjukan bahwa kaum wanita bukanlah pribadi-pribadi yang lemah yang mudah dilecehkan. Wanita adalah sosok yang kuat, ulet dan mempunyai hak untuk maju. Wanita adalah sosok yang memiliki peran strategis dalam membangun mahligai rumah tangga. Karenanya sebagai kaum wanita hendaklah mengetahui, memahami dan menjalankan peran dan fungsi masing-masing sebaik dan seoptimal mungkin.
Jangan butakan mata dengan gemerlap dunia, jangan gadaikan kerendahan hati dan kesejatian demi meraih sanjungan dan kepuasan semata.. Jangan biarkan segalanya menjadi tidak berarti hanya untuk kesombongan.
Bilakah kaum hawa meneladani sikap dan kesahajaan Kartini? Semoga...
“Kartini tidak pernah silau dengan gemerlap dunia yang hanya bersifat sementara, Kartini senantiasa berjuang untuk menegakan hak-hak kaum perempuan”
* Tulisan pada peringatan hari Kartini 21 April 2007, oleh Endang Hariyanto Rosidi
Sebuah Refleksi dan Introspeksi
KARTINI terlahir sebagai sosok wanita sederhana, anggun dan berwibawa. Dibesarkan dengan penuh kesahajaan dan nilai-nilai ketimuran yang senantiasa melekat dalam dirinya. Kartini hadir tidak hanya menawarkan pemikiran-pemikirannya yang maju tapi juga membawa pencerahan bagi kaumnya.
Bagi Kartini gemerlap dunia, harta yang berlimpah dan strata sosial yang tinggi sama sekali tidak membuat dirinya menjadi gelap mata dan bersikap angkuh dan sombong. Baginya ukuran kehebatan seseorang bukanlah bergantung pada kekayaan, jabatan dan kemewahan. Baginya intelektulitas, kapabilitas dan kemampuan menghargai sesama itulah yang utama. Sehingga tak heran sosoknya menjadi sangat sederhana dan berwibawa.
Sebagai tokoh EMANSIPASI, Kartini tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, ia tetap lembut dan penuh kasih sayang.
Keberhasilannya meletakan fondasi emansipasi tidak membuatnya menjadi besar kepala dan memandang sebeleh mata terhadap kaum Adam. Kartini ingin menunjukan bahwa kaum wanita bukanlah pribadi-pribadi yang lemah yang mudah dilecehkan. Wanita adalah sosok yang kuat, ulet dan mempunyai hak untuk maju. Wanita adalah sosok yang memiliki peran strategis dalam membangun mahligai rumah tangga. Karenanya sebagai kaum wanita hendaklah mengetahui, memahami dan menjalankan peran dan fungsi masing-masing sebaik dan seoptimal mungkin.
Jangan butakan mata dengan gemerlap dunia, jangan gadaikan kerendahan hati dan kesejatian demi meraih sanjungan dan kepuasan semata.. Jangan biarkan segalanya menjadi tidak berarti hanya untuk kesombongan.
Bilakah kaum hawa meneladani sikap dan kesahajaan Kartini? Semoga...
“Kartini tidak pernah silau dengan gemerlap dunia yang hanya bersifat sementara, Kartini senantiasa berjuang untuk menegakan hak-hak kaum perempuan”
* Tulisan pada peringatan hari Kartini 21 April 2007, oleh Endang Hariyanto Rosidi
No comments:
Post a Comment
terima kasih untuk saran dan komentar anda