Dalam istilah agama [baca: Islam] kita mengenal istilah "Syubban al-yawm rijal al-ghadd". Istilah ini sangat familier baik dikalangan santri salaf, santri modern, santri Aliyah atau bahkan kelompok pengajian majlis ta'lim. "Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan."
Persoalannya kemudian bagaimana mungkin pemuda hari ini akan menjadi pemimpin masa depan jika tidak disiapkan, didisain dan dirancang sejak dini? Siapakah yang paling bertanggung jawab?
Tidak mungkin bangsa ini akan menghasilkan pemimpin masa depan yang baik jika tidak dipersiapkan dengan baik. Tidak ada dalam kamus apapun atau bahkan dalam dunia empirik sekalipun ada seorang pemimpin yang baik lahir tanpa proses dan persiapan yang baik. Oleh karena itu dunia pendidikan harus mengambil peran strategis ini dengan cermat. Ingat, bangsa ini telah meredeka 65 tahun, dan selama 65 tahun itu juga penjajahan masih terus berlangsung dan dirasakan oleh sebagian besar rakyatnya. Dunia pendidikan harus lebih maju jangan malah mundur 100 langkah kebelakang. Kurikulum harus didisain sedemikian rupa, peka terhadap situasi dan perubahan zaman, sehingga lulusan yang dihasilkan betul-betul siap untuk melenggang ke kancah persaingan global. Pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan anak yang pandai dan pintar atau cerdas secara akademik saja, tetapi juga harus cerdas secara emosional dan spiritual. Oleh karenanya penilaian kognitif saja tidak cukup, harus disertai dengan afektif dan psikomotorik. Jika kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual bisa tercapai dengan baik [sesuai dengan tujuan yang ditetapkan], maka sesungguhnya pendidikan karakter telah dilaksanakan. Pendidikan karakter bukanlah sebuah mata pelajaran seperti halnya Biologi, Fisika dan Kimia. Pendidikan karakter adalah akumulasi dari berbagai komponen mata pelajaran, kegiatan ektrakurikuler, pembiasaan, kedisiplinan, loyalitas, dan kepatuhan pada aturan. Pendidikan karakter tidak akan berjalan efektif jika role of the games tidak diterapkan dengan tegas. Tegas bukanlah kekerasan, tegas bukanlah kesewenang-wenangan, tegas adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan aturan masing-masing. Pendidikan karakter adalah memanusiakan manusia. Dengan memberikan kebebasan yang terukur dan bertanggung jawab dan aturan yang jelas saya yakin akan berhasil.
Mari merenungkan kondisi pendidikan bangsa kita dan berbuat yang kita bisa untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini.
Semoga para siswa, remaja dan pemuda yang saat ini sedang dididik bisa lebih menyadari bahwa mereka adalah pemimpin masa depan.
Tidak mungkin bangsa ini akan menghasilkan pemimpin masa depan yang baik jika tidak dipersiapkan dengan baik. Tidak ada dalam kamus apapun atau bahkan dalam dunia empirik sekalipun ada seorang pemimpin yang baik lahir tanpa proses dan persiapan yang baik. Oleh karena itu dunia pendidikan harus mengambil peran strategis ini dengan cermat. Ingat, bangsa ini telah meredeka 65 tahun, dan selama 65 tahun itu juga penjajahan masih terus berlangsung dan dirasakan oleh sebagian besar rakyatnya. Dunia pendidikan harus lebih maju jangan malah mundur 100 langkah kebelakang. Kurikulum harus didisain sedemikian rupa, peka terhadap situasi dan perubahan zaman, sehingga lulusan yang dihasilkan betul-betul siap untuk melenggang ke kancah persaingan global. Pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan anak yang pandai dan pintar atau cerdas secara akademik saja, tetapi juga harus cerdas secara emosional dan spiritual. Oleh karenanya penilaian kognitif saja tidak cukup, harus disertai dengan afektif dan psikomotorik. Jika kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual bisa tercapai dengan baik [sesuai dengan tujuan yang ditetapkan], maka sesungguhnya pendidikan karakter telah dilaksanakan. Pendidikan karakter bukanlah sebuah mata pelajaran seperti halnya Biologi, Fisika dan Kimia. Pendidikan karakter adalah akumulasi dari berbagai komponen mata pelajaran, kegiatan ektrakurikuler, pembiasaan, kedisiplinan, loyalitas, dan kepatuhan pada aturan. Pendidikan karakter tidak akan berjalan efektif jika role of the games tidak diterapkan dengan tegas. Tegas bukanlah kekerasan, tegas bukanlah kesewenang-wenangan, tegas adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan aturan masing-masing. Pendidikan karakter adalah memanusiakan manusia. Dengan memberikan kebebasan yang terukur dan bertanggung jawab dan aturan yang jelas saya yakin akan berhasil.
Mari merenungkan kondisi pendidikan bangsa kita dan berbuat yang kita bisa untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini.
Semoga para siswa, remaja dan pemuda yang saat ini sedang dididik bisa lebih menyadari bahwa mereka adalah pemimpin masa depan.
No comments:
Post a Comment
terima kasih untuk saran dan komentar anda