Sorga atau Surga adalah gambaran sesuatu yang indah, menyenangkan dan mengasyikan, suasana yang menggembirakan, semuanya serba enak, mengagumkan dan membuat semua orang berkeinginan untuk masuk dan tinggal di dalamnya.
Semua orang kita saya tanya, "Maukah anda masuk surga?", "Mau jawabnya". Hingga saat ini tidak satu pun dari orang yang saya tanya tidak mau masuk kedalam surga, semuanya menginginkan. Tetapi bagaimana mungkin bisa masuk kedalam surga? Sebab ketika saya tanya maukah anda mati hari ini? Semua menjawab tidak, semuanya beralasan saya belum siap, masih banyak dosa, masih banyak hutang dan alasan-alasan lainnya.
Bagaimana mungkin kita akan merasakan nikmat dan lezatnya suatu hidangan jika kita tidak pernah mencicipi dan memakannya, dan bagaimana mungkin perut kita akan kenyang jika makan hanya dalam hayalan, dan bagimana mungkin kita bisa melihat isi sebuah rumah jika kita tidak masuk kedalamnya. Begitu juga dengan surga, bagaimana mungkin kita bisa menikmati indahnya surga jika kita tidak mengalamai proses kematian terlebih dahulu.
Kematian bukan hal yang harus ditakuti dan bukan sesuatu yang harus ditantang. Kematian akan datang dengan sendirinya dan tanpa diundang. Jika saatnya telah tiba, di mana pun kita berada maut pasti akan menjumput. Karenanya yang harus dilakukan saat ini [qabla al-maut] adalah melakukan yang terbaik untuk diri kita masing-masing. Kita sudah tahu mana yang terbaik. Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya itulah yang terbaik. Selagi hayat masih dikandung badan, jantung masih bisa berdetak, hidung masih bisa bernafas mari lakukan yang terbaik untuk masa depan yang abadi. "Wa lalakhiratu khairun laka min al-ula". Wallahu a'lam bi al-shawwab.
Semua orang kita saya tanya, "Maukah anda masuk surga?", "Mau jawabnya". Hingga saat ini tidak satu pun dari orang yang saya tanya tidak mau masuk kedalam surga, semuanya menginginkan. Tetapi bagaimana mungkin bisa masuk kedalam surga? Sebab ketika saya tanya maukah anda mati hari ini? Semua menjawab tidak, semuanya beralasan saya belum siap, masih banyak dosa, masih banyak hutang dan alasan-alasan lainnya.
Bagaimana mungkin kita akan merasakan nikmat dan lezatnya suatu hidangan jika kita tidak pernah mencicipi dan memakannya, dan bagaimana mungkin perut kita akan kenyang jika makan hanya dalam hayalan, dan bagimana mungkin kita bisa melihat isi sebuah rumah jika kita tidak masuk kedalamnya. Begitu juga dengan surga, bagaimana mungkin kita bisa menikmati indahnya surga jika kita tidak mengalamai proses kematian terlebih dahulu.
Kematian bukan hal yang harus ditakuti dan bukan sesuatu yang harus ditantang. Kematian akan datang dengan sendirinya dan tanpa diundang. Jika saatnya telah tiba, di mana pun kita berada maut pasti akan menjumput. Karenanya yang harus dilakukan saat ini [qabla al-maut] adalah melakukan yang terbaik untuk diri kita masing-masing. Kita sudah tahu mana yang terbaik. Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya itulah yang terbaik. Selagi hayat masih dikandung badan, jantung masih bisa berdetak, hidung masih bisa bernafas mari lakukan yang terbaik untuk masa depan yang abadi. "Wa lalakhiratu khairun laka min al-ula". Wallahu a'lam bi al-shawwab.
No comments:
Post a Comment
terima kasih untuk saran dan komentar anda