Salam
Semoga keselamatan, kesehatan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.
Selamat datang dan salam silaturrahim, semoga blog ini bermanfaat. Amin

Thursday, April 22, 2010

Semoga kita bisa meraih KEBAHAGIAAN

oleh Endang Hariyanto Rosidi
Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan ketersediaan materi yang berlimpah, kebahagiaan yang sejati terletak di hati. Secara pragmatis, memang harta sering menjadi ukuran seseorang dipandang bahagia atau tidak bahagia. Tetapi sebetulnya itu hanya bersifat nisby, sesuatu yang nisby bisa menipu kita. Teman saya punya kawan pernah bercerita, bahwa ia punya teman yang kaya raya dan temannya pernah berkata, bahwa hidup yang seperti itu tidak membuatnya bahagia, dan dalam sebuah perjalanan, pernah berkata: "Alangkah nikmat dan bahagianya tukang becak itu terlelap tidur di atas becaknya di bawah pohon yang rindang dan teduh?" Sementara aku yang bergelimang harta, berkasur empuk dan ruangan be-AC rasanya belum pernah menikmati nikmatnya tidur seperti tukang becak itu, pikiran dan hatiku selalu was-was, sementara si abang becak itu terlihat bebas dan bahagia.

Siapapun dengan kondisi apapun bisa diasumsikan sebagai orang yang senang [bahagia]. Dengan demikian bisa saja kita mempersepsikan diri kita sebagai orang yang bahagia, sehingga usaha apapun yang kita kerjakan dan keadaan apapun yang kita alami terkondisikan menjadi bahagia. Persepsi itu dibangun berdasarkan pada penglihatan (analisis), akal pikiran dan berakhir di hati. Jadi kebahagiaan yang hakiki berada di dalam hati (qalb).

Hati [meski memiliki kecenderungan berubah-ubah] pada naturnya akan selalu menunjukan kepada kebaikan dan menyukai hal-hal yang baik. Nah, karena kebahagiaan sumbernya di dalam hati, maka jika ingin mendapatkan kebahagiaan kita harus melakukan hal-hal yang disukai oleh hati. Misalnya, menolong orang, berbagi kepada sesama di kala suka dan duka, susah dan senang, berbuat yang terbaik untuk keluarga, adil, dan lain-lain.

Semoga saja di sisa usia ini kita bisa meraih kebahagiaan hidup dan membantu sesama untuk meraihnya. Sudah saatnya untuk saling berbagi, menasihati, mengingatkan, tolong menolong dalam kebaikan, saling pengertian dan saling memaafkan. Mudah-mudahan Allah Swt memberikan kesempatan k umur panjang untuk kita lebih bisa mengabdi kepada-Nya.
Wa Allahu a'lam bi al-Shawab.

No comments:

Post a Comment

terima kasih untuk saran dan komentar anda