Salam
Semoga keselamatan, kesehatan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.
Selamat datang dan salam silaturrahim, semoga blog ini bermanfaat. Amin

Tuesday, July 22, 2014

Lisan Kita

Masih terngiang di telinga dan ingatan saya, ketika salah seorang ustadz mengajarkan pelajaran Mahfuzhot; petikan-petikan nasihat yang disusun dengan gaya bahasa yang sangat indah. "Salamatu al-insaan fii hifzhi al-lisaan", "keselamatan seseorang tergantung pada kemampuannya menjaga lisannya". Dalam terjemahan yang lebih "flexible" adalah selamat tidaknya seseorang tergantung pada omongannya. Ajaran ini terus teringat di otak saya dan merasuk ke dalam jiwa. Sering sekali saya merenung karena kata-kata yang telah saya ucapkan, ada kekhawatiran jika melukai orang lain, atau "jangan-jangan yang saya tuliskan ini juga melukai orang lain", sama sekali tidak bermaksud demikian. Justru tulisan ini merupakan refleksi keseharian.
 
Alkisah seorang penggembala ternak yang berteriak-teriak: "Srigala.... srigala.... tolong... tolong, ada srigala... ada srigala... tolong... tolong..." Teriakan si penggembala itu rupanya terdengar oleh orang-orang kampung sekitar. Mengetahui ada yang meminta tolong, maka warga sekitar pun bergegas ke sumber suara itu. Begitu warga berdatangan dan berkata: "Mana srigalanya? Mana srigalanya?" Dengan santai dan tanpa merasa bersalah sedikitpun, si penggembala menjawab: "Lihat aja sendiri, mana ada srigala datang kesini, mau saja kalian dibohongi". Hal serupa diulangi sampai tiga kali, dan warga pun kecewa karena merasa dibohongi. Sehingga ketika terjadi sungguhan, warga pun tidak mempedulikannya. Alhasil hewan ternak peliharaannya pun dimakan srigala.
 
Bercermin dari kisah di atas, sudah sepatutnyalah kita lebih berhati-hati. Tidak hanya perbuatan tetapi juga ucapan harus dijaga dengan baik. Kita harus tahu kapan saatnya berbicara dan kapan saatnya harus diam. Di atas itu semua, kita harus mampu menjaga kepercayaan orang lain, jangan bohongi siapapun dia hanya untuk kepentingan sesaat. Jangan jadikan kemahiran dalam merangkai kata dan keberanian mengungkapkanya sebagai alat untuk menipu dan membohongi orang lain. Bagi mereka yang seperti itu, sesungguhnya dia telah menipu dirinya sendiri. Wallahu a'lam bish-shawwab.

No comments:

Post a Comment

terima kasih untuk saran dan komentar anda