Salam
Semoga keselamatan, kesehatan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.
Selamat datang dan salam silaturrahim, semoga blog ini bermanfaat. Amin

Friday, October 31, 2008

Penawar Kesedihan

Oleh Endang HR

Setiap manusia memiliki sisi kehidupan yang berbeda, ada yang selalu dilanda duka cita dan kesedihan, ada pula yang selalu diliputi suka cita dan kebahagiaan.

ENTAH kebahagiaan atau kesedihan yang sedang kita rasakan saat ini. Kesedihan yang kita alami sesungguhnya merupakan titik tolak untuk meraih kebahagiaan. Pun demikian, kesuksesan yang kita raih sesungguhnya merupakan buah dari kegagalan. Bahkan hidup yang sedang kita jalani saat ini adalah sebuah penantian menuju kematian, kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara menuju kehidupan yang abadi. Hal ini kadang terlupakan, seringkali kita terlena dengan kesuksesan dan gemerlap kehidupan duniawi hingga melupakan segalanya; saudara, teman atau bahkan lupa Tuhan. Tatkala kegagalan dan duka cita menimpa, kita meratap sedih, berkeluh kesah, menyalahkan diri sendiri, orang lain atau mungkin Tuhan.

Fenomena menarik yang kerap kali terjadi dalam kehidupan adalah ketidaksiapan dalam menyikapi kegagalan. Kita bersedih hati, frustrasi, stress dan merasa tidak berarti manakala kegagalan melanda. Padahal kita punya tambatan hati yang senantiasa setia dimintai petunjuk dan pertolongan. Dialah Allah Swt Tuhan yang menguasai semesta raya.

Dalam QS Yusuf [12]: 13 Allah Swt berfirman: “....Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”. Inilah ajaran dan prinsip hidup yang mesti dipegang teguh, tatkala kesedihan dan kegagalan melanda, maka hendaklah semua itu dikembalikan kepada pemiliknya. Sebab Dialah yang telah menentukan segalanya, manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdoa selebihnya Tuhan-lah yang punya kuasa. Karenanya, ketika rencana dan usaha telah dilakukan dengan maksimal serta doa telah dipanjatkan, namun kegagalan yang kita dapati, maka kembalikanlah kepada Allah Swt. Di sinilah keimanan seseorang diuji, mampukah ia menghadapi semuanya dengan senyuman indah dan sikap yang wajar? Meratapi kegagalan dan larut dalam kesedihan bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Oleh karenanya sebesar usaha dan doa yang kita lakukan sebesar itu pula kesempatan untuk meraih kesuksesan.

Mukmin yang baik akan menyadari betul keterbatasan dirinya. Tak ada lagi kesedihan yang berlebihan tatkala kegagalan didapatnya. Baginya kegagalan adalah sumber inspirasi untuk meraih yang terbaik. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran atas mereka dan mereka tidak pula berduka cita”. (QS al-Ahqâf [46]:13).
Oleh karena itu alangkah naifnya jika keimanan kepada Allah Swt tidak mampu mengobati kesedihan yang kita hadapi akibat kegagalan.

Semoga iman yang kita miliki betul-betul bisa teraktualisasikan dalam menjalani hidup ini, sehingga menjadi obat yang dapat menghalau kesedihan dan kekhawatiran jiwa yang resah akibat kegagalan. Amin. [ ]

No comments:

Post a Comment

terima kasih untuk saran dan komentar anda