Salam
Semoga keselamatan, kesehatan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.
Selamat datang dan salam silaturrahim, semoga blog ini bermanfaat. Amin

Friday, April 11, 2008

Jumat 11 April 2008

Jumat, 11 April 2008 10:27 WIB
Batu Sebesar Rumah Hampir Tewaskan 40 Orang
KLATEN, JUMAT- Longsor kembali terjadi di Pegunungan Seribu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebuah batu sebesar rumah penduduk hampir saja menggilas tujuh rumah di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang dilalui batu besar itu ketika menggelundung ke arah bawah, Kamis (10/4) sekitar pukul 21.30.
Tidak ada rumah yang rusak atau korban jiwa, tetapi sejumlah pohon dan kebun warga yang dilalui batu besar itu ketika menggelundung ke arah lereng utara Pegunungan Seribu rusak. Luncuran batu besar itu akhirnya berhenti setelah tertahan deretan pohon bambu, jati, dan mahoni sebelum menimpa rumah-rumah penduduk yang dihuni 40 jiwa.
Hingga Jumat pagi ini, batu sebesar rumah itu masih menggantung tertahan pepohonan di ketinggian 40-50 meter di atas perumhan warga. Hal ini menyebabkan warga sangat khawatir kalau batu itu akhirnya tak tertahan dan menggelundung ke bawah lagi.
Menurut sejumlah warga, luncuran batu besar itu menimbulkan suara bergemuruh, sehingga warga pun panik. Saat kejadian, cuaca relatif cerah meski pada sore hari sempat turun hujan gerimis sekitar 30 menit. Angin juga berembus tenang.
Mendengar suara gemuruh seperti itu, warga RT 06/RW 3 Dusun Burikan itu pun berlarian tunggang langgang dan selanjutnya mengungsi di musholla atau rumah kerabat yang dirasa lebih aman.
Kepala Desa Burikan Paimin menuturkan, dari rumahnya yang berjarak sekitar 400 meter, ia mendengar suara gemuruh dengan jelas. "Saya juga merasakan getaran, tapi kecil. Awalnya kami kira ada gempa bumi. Suasananya menakutkan, sampai mau lari saja tidak bisa," ungkapnya.
Lokasi longsor ini berjarak satu kilometer di sebelah timur rekahan di Bukit Putih. Menurut Paimin, akhir-akhir ini sudah jarang terjadi longsoran batu-batu. Batu-batunya sudah habis longsor semua saat musim hujan kemarin. "Yang tersisa yang di dekat puncak, seperti batu yang baru longsor ini. Di sekitar lokasi longsoran ini masih banyak batu-batu besar lainnya yang berpotensi longsor," jelasnya.
Sejumlah fenomena alam berupa rekahan bukit kapur di Pegunungan Seribu muncul pascagempa bumi besar di Bantul dan DIY pada bulan Mei 2006. Kerusakan yang ditimbulkannya sangat luas, sampai ke Wonogiri, Klaten, Gunung Kidul, hingga sejumlah di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ratusan ribu rumah rusak, sementara korban jiwa lebih dari 5.000 orang. (Laporan wartawan Kompas Sri Rejeki)



Amien Rais : Pemerintahan SBY, Broken Government
Jumat, 11 April 2008 16:19 WIB
JAKARTA, JUMAT - Kritikan kembali disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Mantan Ketua MPR Amien Rais terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam orasi kebangsaannya di hadapan peserta Temu Wicara Mahkamah Konstitusi (MK)-PAN, di Hotel Sulthan, Jakarta, Jumat (11/4), Amien menyebut pemerintahan SBY sebagai broken government atau pemerintahan yang rapuh. "Pemerintahan SBY sudah sampai ke tahapan broken givernment. Ibaratnya broken home itu'kan suami, istri, anak, cucu atau mungkin ponakan yang ada di satu rumah sudah tidak ada koordinasi, carut marut, kacau balau. Tidak ada yang menyantuni anaknya, sekolah anaknya terlantar, bapak ibunya nggak pernah ketemu. Itulah kondisi negara kita. Lihat yang kasat mata saja, infrakstruktur ekonomi hancur, jalan rusak, lintas Sumatera terputus," paparnya.
Banyaknya masalah yang menerpa bangsa, seperti masalah kelangkaan bahan bakar dan kenaikan harga bahan pokok, membuat pimpinan bangsa kehilangan fokus dan tidak tahu apa yang akan dilakukan. Kata Amien, yang terparah adalah hilangnya jati diri bangsa. "Saya bertanya-tanya kenapa yang dilakukan untuk memperbaiki bangsa selalu gagal dengan cara yang sama? Saya tanya ke Menteri Pendidikan Nasional dari PAN Bambang Soedibyo, kenapa pemerintah terutama departemenmu setiap tahun konsisten melanggar konstitusi? Anggaran pendidikan yang seharusnya 20 persen dari APBN, tahun ini saja hanya 8,5 persen. Jawabannya, karena nggak ada uang. Tanya ke Menkes Siti Fadilah Supari, menanggulang flu burung kok dananya kecil, kaya main-main. Jawabannya, karena nggak ada uang. Coba Anda tanya juga ke SBY-JK, jawabannya pasti tidak ada uang," ujar Amien lagi.
Melihat kondisi negara saat ini, Amien mengakui emosi. Dalam orasinya, ia beberapa kali menyebut kata "tolol" dan "goblok". Menurutnya, bangsa Indonesia sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. (ING)


Jumat, 11 April 2008 15:04 WIB
Amien Rais: Istana adalah Sumber Korupsi
JAKARTA, JUMAT - Sebuah pernyataan mengejutkan terlontar dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais.
Ia mengatakan, sumber korupsi di Indonesia berada di istana. Apa maksud dibalik ucapannya? Menurut Amien, ia meyakini bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan, yaitu istana."Saya mempelajari ilmu politik, ilmu sosial bertahun-tahun itu, saya yakin sekali bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan. Jantung kekuasaan adalah istana. Istana bukan bagian dari solusi, istana adalah bagian dari masalah korupsi. DPR juga dekat-dekat dengan jantung kekuasaan, jadi harus diurus juga. Kalau nggak pernah sampai ke jantung, ya penyelesaiannya nggak akan jauh juga," kata Amien, sebelum membuka acara Temu Wicara Partai Amanat Nasional (PAN) - Mahkamah Konstitusi (MK), di Hotel Sulthan, Jakarta, Jumat (11/4).
Meminjam pernyataan pakar hukum Denny Indrayana, Amien mengutarakan empat episentrum korupsi yaitu Cendana, konglomerat hitam, senjata/militer dan istana. "Selama yang di istana tidak berani membedah korupsi, maka yakinlah yang akan kita temukan adalah yang kecil-kecil saja," ujarnya.
Sebaliknya, lanjut Amien, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono konsisten dengan ucapannya untuk memimpin sendiri pemberantasan korupsi, ia yakin masih ada harapan cerah.
"Tapi dengan waktu yang tinggal 14 bulan kekuasaannya, tampaknya tidak akan terwujud."Yang terpenting diingat, pemberantasan korupsi tidak akan pernah melaju karena istana tidak pernah berbenah diri. Istana bagian dari korupsi, bukan bagian dari solusi," tegasnya lagi. (ING)


Amien Rais: "Wapres Sudah Repot, Apalagi Borong Jabatan"
Tokoh politik yang menolak privatisasi badan usaha milik negara, Amien Rais, menyerahkan penghargaan kepada Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Mohammad Iqbal di Jakarta, Selasa (11/12). Penghargaan diberikan Iluni UI Jakarta, Perhimpunan Jurnalis Indonesia, dan Komite Nasional Penyelamat Industri Strategis atas keputusan KPPU yang menyatakan Temasek bersalah atas monopoli PT Indosat dan PT Telkomsel.
Kamis, 3 April 2008 14:32 WIB
JAKARTA, KAMIS - Polemik soal siapa yang kira-kira menggantikan Menteri Perekonomian Boediono jika nantinya terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) masih terus bergulir. Sebagian memprediksi bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menempati posisi tersebut.Bahkan ada juga yang memprediksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengambil peran tersebut.
Untuk yang satu ini, mantan Ketua MPR Amien Rais punya komentar tersendiri. Baginya, rangkap jabatan seperti itu tidak efektif. Kalau sampai itu terjadi berarti pemerintah Indonesia kurang yakin bahwa sebenarnya negara Indonesia memiliki para ekonom yang berkompeten."Di Indonesia itu ada banyak orang pandai di bidang ekonomi. Kan bisa dimanfaatkan," ujar Amien Rais di sela-sela acara deklarasi Penyelamatan Aset Telekomunikasi Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis (3/4).
Amien menyatakan meskipun perangkapan tugas tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, hal itu akan mempengaruhi kinerja pemerintahan. Apalagi posisi itu dijabat seorang Wakil Presiden yang memang sudah sibuk. "Sekarang aja sudah repot, apalagi kalau borong jabatan," kata Amien. (SMS)
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/03/14324963/amien.rais.wapres.sudah.repot.apalagi.borong.jabatan

No comments:

Post a Comment

terima kasih untuk saran dan komentar anda